Sejarah Cake

shares

Pada awalnya cake telah dikenal oleh bangsa Mesir kuno. Cara pengolahan serta bahan-bahannya sangat sederhana dan dibuat untuk keperluan upacara-upacara keagamaan.

Cake dan bolu sebenarnya berasal dari daratan Eropa dan diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia oleh bangsa Belanda selama masa penjajahan Belanda selama masa penjajahan. Di Eropa sendiri, setiap negara sedikitnya memiliki satu jenis cake yang demikian istimewanya hingga terkenal di diseluruh manca negara. Misalnya Sachertortedari Austria, Dobos Torte dari Hongaria, Fruit Cake dari Inggris dan Shwarz Walder Kirch Torte dari Jerman, Torta Genovese dari Italia dan Moscovische Tulban dari Belanda. Selanjutnya, oleh karena di abad XVIII bangsa Eropa mulai juga menjelajahi  daratan Amerika, Cheese Cake dikenal sebagai kue khas Amerika.

Sekarang ini mutu dan rasa cake maupun pastry pasti telah jauh beda. Dengan wawasan yang makin berkembang, manusia menambahkan dan mencampurkan macam-macam bahan dan aroma sehingga sekarang ini cake begitu luas variasinya.



Istilah cake itu sendiri pada bahasa Inggris merujuk kepada abad 13 Masehi. Istilah tersebut merupakan turunan dari kata “kaka”, yang merupakan bahasa Norse Kuno (Old Norse). Warga Eropa pada abad pertengahan lebih sering membuat fruitcakes dan gingerbread. Makanan-makanan ini dapat bertahanan hingga berbulan-bulan. 

Berdasarkan Ahli Sejarah Makanan, bentuk awal dari kue modern (berbentuk bulat dengan icing/frosting) adalah kue panggangan pertama di Eropa sekitar pertengahan abad ke-17. Hal ini utamanya terjadi karena majunya teknologi pemanggangan seperti oven yang lebih mudah dioperasikan, mulai diproduksinya  loyang makanan serta ketersediaan bahan kue itu sendiri termasuk gula. Pada masa itu sedang populer untuk menggunakan loyang kue bulat dengan meletakkannya pada alas pemanggang yang datar ketika akan dipanggang. Alas tersebut dapat terbuat dari metal, kayu atau kertas. Sebagian dapat diatur kebutuhan sesuai bentuknya. Wajan kue pun pada masa itu terkadang sudah mulai digunakan. Pada masa itu, icing/frosting pada cake menggunakan bahan dari paduan gula, putih telur dan terkadang penambahan rasa (flavoring). Icing ini dituang di atas kue pada masa itu kemudian kue tersebut kembali dimasukkan ke dalam oven sejenak. Ketika melepaskan icing segera bekukan untuk menciptakan bentuk yang keras dan glossy. Banyak kue yang dibuat pada saat ini masih mengandung buah yang dikeringkan seperti raisins, currants dan citrons.

Hal itu tidak berlangsung lama ketika pada pertengahan abad ke-19 kue modern (dibuat dengan tepung putih halus ekstra dan baking powder, bukan ragi), sebagaimana yang kita ketahui saat ini, hadir dan dikenal luas. Buku terbitan The Cassell yang berjudul New Universal Cookery Book [London, 1894] mengandung resep untuk kue lapis Amerika. Keberadaan butter cream frosting(menggunakan mentega, cream, gula dan flavoring) mulai menggantikan boiled icing tradisionalpada dekade pertama abad ke-20. Di Perancis, Antonin Careme [1784-1833] diakui sebagai Chef ternama yang paling bersejarah untuk modern pastry/cake.  

Related Posts

0 comments:

Post a Comment